Minggu, 25 Desember 2016

Revolusi Mental

Bismillahi Walhamdulillah.

Meski sulit, aku selalu percaya bahwa Allah menolong hambanya yang ingin berubah menjadi lebih baik.

Semua orang ingin berhasil, begitu pun denganku. Tapi kenapa saat aku membandingkan diriku dengan orang lain,aku selalu berpikir bahwa aku selalu kalah. Kenapa? Dulu, aku berpendapat bahwa itu terjadi karena aku bodoh, aku tidak punya keahlian, dan aku seorang pecundang.  Dimasa – masa ini aku sangat suka mengeluh dan mencari kambing hitam. Padahal, yang salah hanya diriku sendiri.

Sekarang, pendapat bahwa diriku itu adalah si pencundang sudah lenyap. Berganti menjadi diriku yang sesungguhnya. Seseorang yang haus akan ilmu, perjuangan dan tantangan. Yang aku sukai saat ini adalah rasa sakit. Sakit karena hinaan orang, luka tubuh atapun kegagalan. Aku tidak peduli lagi siapapun orang terbaik dihadapan ku, aku siap bersaing dengannya.  Aku memang bukan yang terbaik,tapi aku berusaha melakukan hal yang terbaik. 

Kurasakan betapa hebat perkembangan dan perubahan dalam diriku. Lain dari aku yang dulu urakan, gabisa diatur, dan selalu melakukan hal negatif. Kini, aku sudah mulai berpikir jauh kedepan. Hukum sebab-akibat, nampaknya selalu menjadi pedoman ku kini. Aku pun menjauhi lingkungan negatif, orang-orang yang selalu melakukan tindakan buruk, serta kegiatan yang membuang-buang waktu.

Impian ku saat ini adalah sederhana. Berkembang dalam hal baik apapun. Termasuk tulisan pertamaku ini.

“Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.”

Ditulis oleh sahabat barumu,

Muhamad Farhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar