Minggu, 25 Desember 2016

Semangat Mengejar Impian

Bismillahi Walhamdulillah.

Jadikan Do'a dan Usaha sebagai rutinitas.
Motivasi adalah disaat kamu memulai.
Kebiasaan adalah disaat kamu tetap maju.


Aku tidak tahu apa impian terbaik mu. Tapi percayalah bahwa itu bisa terwujud. Tidak ada yang tidak mungkin untuk didapatkan. Namun untuk mencapainya, bersiaplah ! . Akan ada banyak sekali kecewaan, kegagalan dan rasa sakit.

Jika kamu sedang mengalami kesulitan tetap ingat bahwa masa masa itu tidak akan berlangsung lama. Masa masa itu akan berlalu. Karena, sesudah kesulitan ada kemudahan. Jangan pernah menyerah !

KEEP MOVING FORWARD !

Tanamkan dihatimu jiwa berjuang,bertarung dan menerima tantangan. Sesulit apapun situasinya , Tetap Maju !. Jangan pernah berkata bahwa kamu tidak ingin berada disana karena dia, mereka ,atau siapapun. Pengecut yang melakukan itu, dan itu bukan kau. Kau lebih baik daripada itu.

Maka, ambil apa yang pantas kau dapatkan!


Tanam baik baik kalimat ini “Yang harus kau lakukan sangat sederhana, Melangkahlah kedepan sesulit apapun situasinya.”

Kami Mencintai Rasa Sakit

Bismillahi Walhamdulillah.

“Kegagalan dapat menghancurkan perjuangan kami saat ini. Tapi, hal tersebut tidak dapat menghancurkan SEMANGAT yang kami miliki.”

Timnas sepakbola Indonesia untuk kesekian kalinya berjuang di partai final untuk mendapat title Juara Piala AFF SUZUKI CUP 2016 yang sekian lama belum berhasil direngkuh. Berulang kali masuk partai final, namun selalu kalah dari lawan-lawannya.

Sangat menggembirakan memang, pada leg pertama final melawan Thailand. Timnas garuda dapat menumbangkan timnas gajah putih Thailand dengan skor 2-1. Laga ini disambut bergemuruh pendukung timnas di stadion pakansari,cibinong Jawa Barat. Juga tak luput, seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan langsung melalui layar kaca televisi.

Tak ayal, untuk meraih gelar juara itu Timnas harus berjuang pada leg kedua. Berjuang mati-matian dilontarkan oleh presiden joko widodo. Ya! mati-matian ,apapun hasilnya nanti. Berbagai latihan ringan disiapkan oleh pelatih Alfred riddle untuk tetap menjaga kondisi pemain yang hanya menerima waktu istirahat beberapa hari saja.

Pada leg kedua akan berlangsung di Stadion Rajamangala
Final ulangan itu pun dimulai. Pertandingan berlangsung sengit di awal awal babak pertama. Bertubi-tubi timnas gajah putih Thailand menyerang pertahanan timnasional kita. Hasilnya, Thailand dapat mencetak gol. Skor 1-0 untuk Thailand bertahan hingga turun minum.

Kick-off babak kedua dimulai. Thailand kembali menaikkan tensi permainan. Menyerang secara sporadis. Melalui sisi sayap, tengah juga dari sisi manapun. Tim gajah putih ini terus menyerang pertahanan timnas kita, hingga membuat hansamuyama dkk. dibuat kewalahan menangani kecepatan para pemain Thailand . Malapetaka terjadi, lolos dari penjagaan bek Indonesia pemain Thailand dengan mudah menceploskan bola ke gawang Indonesia. Keadaan ini memaksa kurnia meiga untuk memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya. Gol ini disumbangkan pemain Thailand yang sama saat mencetak gol pertama di pertandingan ini. 2-0 Thailand makin menjauh.

Timnas garuda terus berusaha maksimal untuk mencetak gol ,dengan harapan dapat membalikkan keadaan seperti halnya di laga laga sebelumnya. Namun, nampaknya timnas gajah putih thailand terlalu tangguh untuk dikalahkan di kandangnya. Skor 2-0 untuk Thailand bertahan hingga pluit panjang yang mengakhiri jalannya pertandingan di babak kedua.

Apresiasi patut terus di berikan untuk para pejuang Indonesia di ajang bergengsi ini. Meski kalah di partai final. Harus diakui pengorbanan mereka sangat besar bagi Indonesia. Walau bagaimanapun, dampak positif tentu kita dapatkan dari hasil ini. Mulai dari membangun mental generasi muda hingga membangun mental para pengurus federasi sepakbola Indonesia dalam hal ini PSSI. Agar kelak dapat membuat Indonesia Berjaya di kancah Internasional.

Terlepas dari itu semua. Saya melihat dari sisi sederhana. Mental berkompetisi yang harus terus diasah untuk membangun mental juara. Supaya nanti tidak sulit kedepannya.
Rasa sakit saya rasakan saat harus ikhlas menerima kekalahan timnas. Kecewa memang, habis harus bagaimana lagi. Yang dapat kita lakukan saat ini adalah berdoa untuk masa depan Indonesia yang cerah. Lalu introspeksi diri apakah kita bisa memberikan kontribusi bagi Negara ini. Dibidang apapun,tidak hanya di bidang olahraga contohnya sepakbola ini. Kita harus melakukan yang terbaik untuk Negara ini. Saya jadi teringat dengan kalimat berikut ini.
           
Sumber gambar : KasKus

Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita kedepannya. Mudah mudahan Indonesia menjadi Negara yang dari waktu ke waktu bisa berkembang hingga membuktikan ketangguhannya di dunia Internasional. Aamiin.

Revolusi Mental

Bismillahi Walhamdulillah.

Meski sulit, aku selalu percaya bahwa Allah menolong hambanya yang ingin berubah menjadi lebih baik.

Semua orang ingin berhasil, begitu pun denganku. Tapi kenapa saat aku membandingkan diriku dengan orang lain,aku selalu berpikir bahwa aku selalu kalah. Kenapa? Dulu, aku berpendapat bahwa itu terjadi karena aku bodoh, aku tidak punya keahlian, dan aku seorang pecundang.  Dimasa – masa ini aku sangat suka mengeluh dan mencari kambing hitam. Padahal, yang salah hanya diriku sendiri.

Sekarang, pendapat bahwa diriku itu adalah si pencundang sudah lenyap. Berganti menjadi diriku yang sesungguhnya. Seseorang yang haus akan ilmu, perjuangan dan tantangan. Yang aku sukai saat ini adalah rasa sakit. Sakit karena hinaan orang, luka tubuh atapun kegagalan. Aku tidak peduli lagi siapapun orang terbaik dihadapan ku, aku siap bersaing dengannya.  Aku memang bukan yang terbaik,tapi aku berusaha melakukan hal yang terbaik. 

Kurasakan betapa hebat perkembangan dan perubahan dalam diriku. Lain dari aku yang dulu urakan, gabisa diatur, dan selalu melakukan hal negatif. Kini, aku sudah mulai berpikir jauh kedepan. Hukum sebab-akibat, nampaknya selalu menjadi pedoman ku kini. Aku pun menjauhi lingkungan negatif, orang-orang yang selalu melakukan tindakan buruk, serta kegiatan yang membuang-buang waktu.

Impian ku saat ini adalah sederhana. Berkembang dalam hal baik apapun. Termasuk tulisan pertamaku ini.

“Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.”

Ditulis oleh sahabat barumu,

Muhamad Farhan