Minggu, 25 Desember 2016

Kami Mencintai Rasa Sakit

Bismillahi Walhamdulillah.

“Kegagalan dapat menghancurkan perjuangan kami saat ini. Tapi, hal tersebut tidak dapat menghancurkan SEMANGAT yang kami miliki.”

Timnas sepakbola Indonesia untuk kesekian kalinya berjuang di partai final untuk mendapat title Juara Piala AFF SUZUKI CUP 2016 yang sekian lama belum berhasil direngkuh. Berulang kali masuk partai final, namun selalu kalah dari lawan-lawannya.

Sangat menggembirakan memang, pada leg pertama final melawan Thailand. Timnas garuda dapat menumbangkan timnas gajah putih Thailand dengan skor 2-1. Laga ini disambut bergemuruh pendukung timnas di stadion pakansari,cibinong Jawa Barat. Juga tak luput, seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan langsung melalui layar kaca televisi.

Tak ayal, untuk meraih gelar juara itu Timnas harus berjuang pada leg kedua. Berjuang mati-matian dilontarkan oleh presiden joko widodo. Ya! mati-matian ,apapun hasilnya nanti. Berbagai latihan ringan disiapkan oleh pelatih Alfred riddle untuk tetap menjaga kondisi pemain yang hanya menerima waktu istirahat beberapa hari saja.

Pada leg kedua akan berlangsung di Stadion Rajamangala
Final ulangan itu pun dimulai. Pertandingan berlangsung sengit di awal awal babak pertama. Bertubi-tubi timnas gajah putih Thailand menyerang pertahanan timnasional kita. Hasilnya, Thailand dapat mencetak gol. Skor 1-0 untuk Thailand bertahan hingga turun minum.

Kick-off babak kedua dimulai. Thailand kembali menaikkan tensi permainan. Menyerang secara sporadis. Melalui sisi sayap, tengah juga dari sisi manapun. Tim gajah putih ini terus menyerang pertahanan timnas kita, hingga membuat hansamuyama dkk. dibuat kewalahan menangani kecepatan para pemain Thailand . Malapetaka terjadi, lolos dari penjagaan bek Indonesia pemain Thailand dengan mudah menceploskan bola ke gawang Indonesia. Keadaan ini memaksa kurnia meiga untuk memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya. Gol ini disumbangkan pemain Thailand yang sama saat mencetak gol pertama di pertandingan ini. 2-0 Thailand makin menjauh.

Timnas garuda terus berusaha maksimal untuk mencetak gol ,dengan harapan dapat membalikkan keadaan seperti halnya di laga laga sebelumnya. Namun, nampaknya timnas gajah putih thailand terlalu tangguh untuk dikalahkan di kandangnya. Skor 2-0 untuk Thailand bertahan hingga pluit panjang yang mengakhiri jalannya pertandingan di babak kedua.

Apresiasi patut terus di berikan untuk para pejuang Indonesia di ajang bergengsi ini. Meski kalah di partai final. Harus diakui pengorbanan mereka sangat besar bagi Indonesia. Walau bagaimanapun, dampak positif tentu kita dapatkan dari hasil ini. Mulai dari membangun mental generasi muda hingga membangun mental para pengurus federasi sepakbola Indonesia dalam hal ini PSSI. Agar kelak dapat membuat Indonesia Berjaya di kancah Internasional.

Terlepas dari itu semua. Saya melihat dari sisi sederhana. Mental berkompetisi yang harus terus diasah untuk membangun mental juara. Supaya nanti tidak sulit kedepannya.
Rasa sakit saya rasakan saat harus ikhlas menerima kekalahan timnas. Kecewa memang, habis harus bagaimana lagi. Yang dapat kita lakukan saat ini adalah berdoa untuk masa depan Indonesia yang cerah. Lalu introspeksi diri apakah kita bisa memberikan kontribusi bagi Negara ini. Dibidang apapun,tidak hanya di bidang olahraga contohnya sepakbola ini. Kita harus melakukan yang terbaik untuk Negara ini. Saya jadi teringat dengan kalimat berikut ini.
           
Sumber gambar : KasKus

Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita kedepannya. Mudah mudahan Indonesia menjadi Negara yang dari waktu ke waktu bisa berkembang hingga membuktikan ketangguhannya di dunia Internasional. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar